Amsterdam, kota sepeda.




Amsterdam. Begitu banyak orang yang naik sepeda, tua, muda, perempuan, laki-laki, wanita dengan rok mini, pria dengan setelan jas, anak muda siap ke disko, orang-orang berbelanja ke supermarket. Semua terasa begitu natural, tanpa risi, terlihat sombong, tidak dengan aksesoris macam-macam, tidak dengan sepeda gunung yang menantang atau sepeda lipat yang mewah. Hampir semua menggunakan sepeda kota seperti jengki yang disini hanya untuk koleksi.Infrastruktur jalan yang mendukung, cuaca yang bersahabat, pengendara kendaraan yang ramah, semua tentunya merupakan aspek keharmonisan yang membuat sepeda sangat diminati di negara yang malah untuk membayar parkir dan membeli bensin.

Bagaimana orang tidak betah di Amsterdam atau kota sepeda di Eropa lainnya. Udara bersih, orang jadi nyaman naik sepeda dan jalan kaki, masyarakat menjadi semakin sehat, orang yang sehat akan lebih mau untuk jalan kaki dan naik sepeda, semakin banyak orang naik sepeda, udara juga semakin bersih, kemacetan berkurang, subsidi bbm berkurang, lalu semua mulplier akibat naik sepeda pun akan positif untuk kota tersebut.
Jakarta sudah mulai dengan para pehobi sepeda, car free day dan trotoar yang katanya mau diperbaiki dan diperlebar. Mudah-mudahan yang tadinya hobi, lama kelamaan menjadi gaya hidup. Yang takut-takut keserempet mikrolet lama kelamaan menjadi berani. Yang tidak sabar kena macet, coba-coba lewat jalan tikus dan pelosok kota dengan sepeda. Kota-kota kecil atau hunian pinggir kota di Indonesia bisa jadi lebih mudah dalam implementasi menjadi kota sepeda dan menjadi contoh untuk kota-kota lainnya. Betapa indahnya kalau nanti Indonesia memiliki kota-kota sepeda.


Filed under: Hemat Di Jalan, Jalan-jalan

0 komentar:

Posting Komentar

zwani.com myspace graphic comments